Tips Menghemat baterai
Assalamualaikum Wr. Wb
Berikut beberapa cara menghemat baterai:
Berikut beberapa cara menghemat baterai:
- Matikan sinyal radio
- Aktifkan Airplane mode
- Matikan Vitur getar (vibrate)
- Tutup Aplikasi yang jarang dipakai
- Jangan streaming
- Redupkan layar
- dissable aplikasi bawaan
- Power saving mode
- Jangan Gunakan Live wallpaper
- Ganti Launcher
- Gunakan charger original
Berikut beberapa cara
mudah untuk menghemat daya baterai yang dikutip KompasTekno dari
berbagai sumber.
1. Matikan sinyal radio
Sering kali, di beberapa daerah tertentu, smartphone bisa kehilangan
sinyal. Hal tersebut dapat terjadi karena menara pemancar sinyal berada
jauh dari lokasi smartphone atau trafiknya sedang penuh.
Apabila sinyal hilang atau melemah, sistem smartphone biasanya akan
terus mencari koneksi terbaik. Pencarian sinyal secara terus menerus
dapat membuat baterai habis dengan cepat.
Oleh karena itu, sebaiknya matikan saja sinyal radio, jika pengguna
benar-benar yakin tidak akan mendapatkan sinyal dalam beberapa waktu.
Biasanya, pilihan untuk mematikan sinyal radio terdapat di menu
"Setting".
Matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan.
Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat
habis.
2. Aktifkan Airplane Mode
Tidak mau terlalu repot-repot dalam mengatur sinyal? Pengguna dapat
dengan mudah mematikan semua sinyal radio yang ada di smartphone hanya
dengan sebuah mode, yaitu Airplane Mode.
Dengan menyalakan Airplane Mode, semua sinyal radio, baik GSM, WiFi,
maupun Bluetooth, akan langsung dimatikan.
3. Matikan fitur getar (vibrate)
Fitur getar terkadang dapat sangat membantu apabila ada panggilan
telepon atau pesan yang masuk pada saat pengguna sedang rapat atau di
tempat lain yang membutuhkan ponsel dalam keadaan silent.
Namun, sebenarnya fitur getaran ini membutuhkan daya baterai lebih
banyak dibandingkan ringtone biasa. Berdasarkan fakta tersebut, apabila
pengguna sedang tidak membutuhkan fitur ini, sebaiknya matikan fitur
getar yang ada di smartphone.
4. Tutup aplikasi yang jarang dipakai
Ada banyak aplikasi yang jarang dipakai. Sebagai contoh, aplikasi
pengecekan skor pertandingan sepak bola Livescore. Kemungkinan besar,
aplikasi tersebut hanya dipakai satu minggu sekali pada saat sedang ada
pertandingan.
Nah, sebaiknya tutup aplikasi yang jarang dilihat seperti itu. Sebab,
sebenarnya aplikasi itu tetap berjalan di background, meski Anda tidak
melihatnya sepanjang satu minggu itu. Berjalan di background berarti
tetap memerlukan daya pemrosesan.
Sebaliknya, jangan tutup aplikasi yang sering digunakan karena ini malah
berpotensi memboroskan baterai.
Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus
dari memori (RAM). Ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi,
perangkat terpaksa "memanggil ulang" data-data yang diperlukan dan
menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem.
Memang berjalan di background berarti menyerap baterai, tetapi tidak
akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka
sebuah aplikasi secara berulang-ulang.
5. Jangan "streaming"
Kurangi kegiatan streaming apabila tidak ingin baterai habis dengan
cepat. Menonton video atau mendengarkan musik via layanan streaming
memang menyenangkan, tetapi kegiatan ini akan "memaksa" sistem ponsel
terus bekerja dan akhirnya membuat baterai cepat habis.
Baca: Ini 3 Layanan Video Streaming untuk Temani Mudik
Solusi untuk tetap dapat mendengarkan musik atau menonton video, unduh
film dan lagunya sebelum berangkat mudik.
Baca: Bisa Nonton YouTube Tanpa Internet Saat Mudik, Begini Caranya
6. Redupkan layar
Semakin cerah tampilan layar, maka semakin cepat baterai habis. Oleh
karena itu, redupkan atau matikan layar apabila sedang tidak digunakan.
7. Pakai Facebook Lite dan Twitter Lite
Facebook dan Twitter menawarkan layanan yang lebih ringan untuk diakses.
Dua layanan ini diklaim bisa menghemat baterai smartphone.
Gunakan dua layanan ini agar smartphone Anda bisa hidup lebih lama atau
saat baterai sudah mulai menipis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Berikut beberapa cara
mudah untuk menghemat daya baterai yang dikutip KompasTekno dari
berbagai sumber.
1. Matikan sinyal radio
Sering kali, di beberapa daerah tertentu, smartphone bisa kehilangan
sinyal. Hal tersebut dapat terjadi karena menara pemancar sinyal berada
jauh dari lokasi smartphone atau trafiknya sedang penuh.
Apabila sinyal hilang atau melemah, sistem smartphone biasanya akan
terus mencari koneksi terbaik. Pencarian sinyal secara terus menerus
dapat membuat baterai habis dengan cepat.
Oleh karena itu, sebaiknya matikan saja sinyal radio, jika pengguna
benar-benar yakin tidak akan mendapatkan sinyal dalam beberapa waktu.
Biasanya, pilihan untuk mematikan sinyal radio terdapat di menu
"Setting".
Matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan.
Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat
habis.
2. Aktifkan Airplane Mode
Tidak mau terlalu repot-repot dalam mengatur sinyal? Pengguna dapat
dengan mudah mematikan semua sinyal radio yang ada di smartphone hanya
dengan sebuah mode, yaitu Airplane Mode.
Dengan menyalakan Airplane Mode, semua sinyal radio, baik GSM, WiFi,
maupun Bluetooth, akan langsung dimatikan.
3. Matikan fitur getar (vibrate)
Fitur getar terkadang dapat sangat membantu apabila ada panggilan
telepon atau pesan yang masuk pada saat pengguna sedang rapat atau di
tempat lain yang membutuhkan ponsel dalam keadaan silent.
Namun, sebenarnya fitur getaran ini membutuhkan daya baterai lebih
banyak dibandingkan ringtone biasa. Berdasarkan fakta tersebut, apabila
pengguna sedang tidak membutuhkan fitur ini, sebaiknya matikan fitur
getar yang ada di smartphone.
4. Tutup aplikasi yang jarang dipakai
Ada banyak aplikasi yang jarang dipakai. Sebagai contoh, aplikasi
pengecekan skor pertandingan sepak bola Livescore. Kemungkinan besar,
aplikasi tersebut hanya dipakai satu minggu sekali pada saat sedang ada
pertandingan.
Nah, sebaiknya tutup aplikasi yang jarang dilihat seperti itu. Sebab,
sebenarnya aplikasi itu tetap berjalan di background, meski Anda tidak
melihatnya sepanjang satu minggu itu. Berjalan di background berarti
tetap memerlukan daya pemrosesan.
Sebaliknya, jangan tutup aplikasi yang sering digunakan karena ini malah
berpotensi memboroskan baterai.
Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus
dari memori (RAM). Ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi,
perangkat terpaksa "memanggil ulang" data-data yang diperlukan dan
menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem.
Memang berjalan di background berarti menyerap baterai, tetapi tidak
akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka
sebuah aplikasi secara berulang-ulang.
5. Jangan "streaming"
Kurangi kegiatan streaming apabila tidak ingin baterai habis dengan
cepat. Menonton video atau mendengarkan musik via layanan streaming
memang menyenangkan, tetapi kegiatan ini akan "memaksa" sistem ponsel
terus bekerja dan akhirnya membuat baterai cepat habis.
Baca: Ini 3 Layanan Video Streaming untuk Temani Mudik
Solusi untuk tetap dapat mendengarkan musik atau menonton video, unduh
film dan lagunya sebelum berangkat mudik.
Baca: Bisa Nonton YouTube Tanpa Internet Saat Mudik, Begini Caranya
6. Redupkan layar
Semakin cerah tampilan layar, maka semakin cepat baterai habis. Oleh
karena itu, redupkan atau matikan layar apabila sedang tidak digunakan.
7. Pakai Facebook Lite dan Twitter Lite
Facebook dan Twitter menawarkan layanan yang lebih ringan untuk diakses.
Dua layanan ini diklaim bisa menghemat baterai smartphone.
Gunakan dua layanan ini agar smartphone Anda bisa hidup lebih lama atau
saat baterai sudah mulai menipis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Berikut beberapa cara
mudah untuk menghemat daya baterai yang dikutip KompasTekno dari
berbagai sumber.
1. Matikan sinyal radio
Sering kali, di beberapa daerah tertentu, smartphone bisa kehilangan
sinyal. Hal tersebut dapat terjadi karena menara pemancar sinyal berada
jauh dari lokasi smartphone atau trafiknya sedang penuh.
Apabila sinyal hilang atau melemah, sistem smartphone biasanya akan
terus mencari koneksi terbaik. Pencarian sinyal secara terus menerus
dapat membuat baterai habis dengan cepat.
Oleh karena itu, sebaiknya matikan saja sinyal radio, jika pengguna
benar-benar yakin tidak akan mendapatkan sinyal dalam beberapa waktu.
Biasanya, pilihan untuk mematikan sinyal radio terdapat di menu
"Setting".
Matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan.
Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat
habis.
2. Aktifkan Airplane Mode
Tidak mau terlalu repot-repot dalam mengatur sinyal? Pengguna dapat
dengan mudah mematikan semua sinyal radio yang ada di smartphone hanya
dengan sebuah mode, yaitu Airplane Mode.
Dengan menyalakan Airplane Mode, semua sinyal radio, baik GSM, WiFi,
maupun Bluetooth, akan langsung dimatikan.
3. Matikan fitur getar (vibrate)
Fitur getar terkadang dapat sangat membantu apabila ada panggilan
telepon atau pesan yang masuk pada saat pengguna sedang rapat atau di
tempat lain yang membutuhkan ponsel dalam keadaan silent.
Namun, sebenarnya fitur getaran ini membutuhkan daya baterai lebih
banyak dibandingkan ringtone biasa. Berdasarkan fakta tersebut, apabila
pengguna sedang tidak membutuhkan fitur ini, sebaiknya matikan fitur
getar yang ada di smartphone.
4. Tutup aplikasi yang jarang dipakai
Ada banyak aplikasi yang jarang dipakai. Sebagai contoh, aplikasi
pengecekan skor pertandingan sepak bola Livescore. Kemungkinan besar,
aplikasi tersebut hanya dipakai satu minggu sekali pada saat sedang ada
pertandingan.
Nah, sebaiknya tutup aplikasi yang jarang dilihat seperti itu. Sebab,
sebenarnya aplikasi itu tetap berjalan di background, meski Anda tidak
melihatnya sepanjang satu minggu itu. Berjalan di background berarti
tetap memerlukan daya pemrosesan.
Sebaliknya, jangan tutup aplikasi yang sering digunakan karena ini malah
berpotensi memboroskan baterai.
Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus
dari memori (RAM). Ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi,
perangkat terpaksa "memanggil ulang" data-data yang diperlukan dan
menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem.
Memang berjalan di background berarti menyerap baterai, tetapi tidak
akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka
sebuah aplikasi secara berulang-ulang.
5. Jangan "streaming"
Kurangi kegiatan streaming apabila tidak ingin baterai habis dengan
cepat. Menonton video atau mendengarkan musik via layanan streaming
memang menyenangkan, tetapi kegiatan ini akan "memaksa" sistem ponsel
terus bekerja dan akhirnya membuat baterai cepat habis.
Baca: Ini 3 Layanan Video Streaming untuk Temani Mudik
Solusi untuk tetap dapat mendengarkan musik atau menonton video, unduh
film dan lagunya sebelum berangkat mudik.
Baca: Bisa Nonton YouTube Tanpa Internet Saat Mudik, Begini Caranya
6. Redupkan layar
Semakin cerah tampilan layar, maka semakin cepat baterai habis. Oleh
karena itu, redupkan atau matikan layar apabila sedang tidak digunakan.
7. Pakai Facebook Lite dan Twitter Lite
Facebook dan Twitter menawarkan layanan yang lebih ringan untuk diakses.
Dua layanan ini diklaim bisa menghemat baterai smartphone.
Gunakan dua layanan ini agar smartphone Anda bisa hidup lebih lama atau
saat baterai sudah mulai menipis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Berikut beberapa cara
mudah untuk menghemat daya baterai yang dikutip KompasTekno dari
berbagai sumber.
1. Matikan sinyal radio
Sering kali, di beberapa daerah tertentu, smartphone bisa kehilangan
sinyal. Hal tersebut dapat terjadi karena menara pemancar sinyal berada
jauh dari lokasi smartphone atau trafiknya sedang penuh.
Apabila sinyal hilang atau melemah, sistem smartphone biasanya akan
terus mencari koneksi terbaik. Pencarian sinyal secara terus menerus
dapat membuat baterai habis dengan cepat.
Oleh karena itu, sebaiknya matikan saja sinyal radio, jika pengguna
benar-benar yakin tidak akan mendapatkan sinyal dalam beberapa waktu.
Biasanya, pilihan untuk mematikan sinyal radio terdapat di menu
"Setting".
Matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan.
Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat
habis.
2. Aktifkan Airplane Mode
Tidak mau terlalu repot-repot dalam mengatur sinyal? Pengguna dapat
dengan mudah mematikan semua sinyal radio yang ada di smartphone hanya
dengan sebuah mode, yaitu Airplane Mode.
Dengan menyalakan Airplane Mode, semua sinyal radio, baik GSM, WiFi,
maupun Bluetooth, akan langsung dimatikan.
3. Matikan fitur getar (vibrate)
Fitur getar terkadang dapat sangat membantu apabila ada panggilan
telepon atau pesan yang masuk pada saat pengguna sedang rapat atau di
tempat lain yang membutuhkan ponsel dalam keadaan silent.
Namun, sebenarnya fitur getaran ini membutuhkan daya baterai lebih
banyak dibandingkan ringtone biasa. Berdasarkan fakta tersebut, apabila
pengguna sedang tidak membutuhkan fitur ini, sebaiknya matikan fitur
getar yang ada di smartphone.
4. Tutup aplikasi yang jarang dipakai
Ada banyak aplikasi yang jarang dipakai. Sebagai contoh, aplikasi
pengecekan skor pertandingan sepak bola Livescore. Kemungkinan besar,
aplikasi tersebut hanya dipakai satu minggu sekali pada saat sedang ada
pertandingan.
Nah, sebaiknya tutup aplikasi yang jarang dilihat seperti itu. Sebab,
sebenarnya aplikasi itu tetap berjalan di background, meski Anda tidak
melihatnya sepanjang satu minggu itu. Berjalan di background berarti
tetap memerlukan daya pemrosesan.
Sebaliknya, jangan tutup aplikasi yang sering digunakan karena ini malah
berpotensi memboroskan baterai.
Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus
dari memori (RAM). Ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi,
perangkat terpaksa "memanggil ulang" data-data yang diperlukan dan
menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem.
Memang berjalan di background berarti menyerap baterai, tetapi tidak
akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka
sebuah aplikasi secara berulang-ulang.
5. Jangan "streaming"
Kurangi kegiatan streaming apabila tidak ingin baterai habis dengan
cepat. Menonton video atau mendengarkan musik via layanan streaming
memang menyenangkan, tetapi kegiatan ini akan "memaksa" sistem ponsel
terus bekerja dan akhirnya membuat baterai cepat habis.
Baca: Ini 3 Layanan Video Streaming untuk Temani Mudik
Solusi untuk tetap dapat mendengarkan musik atau menonton video, unduh
film dan lagunya sebelum berangkat mudik.
Baca: Bisa Nonton YouTube Tanpa Internet Saat Mudik, Begini Caranya
6. Redupkan layar
Semakin cerah tampilan layar, maka semakin cepat baterai habis. Oleh
karena itu, redupkan atau matikan layar apabila sedang tidak digunakan.
7. Pakai Facebook Lite dan Twitter Lite
Facebook dan Twitter menawarkan layanan yang lebih ringan untuk diakses.
Dua layanan ini diklaim bisa menghemat baterai smartphone.
Gunakan dua layanan ini agar smartphone Anda bisa hidup lebih lama atau
saat baterai sudah mulai menipis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Berikut beberapa cara
mudah untuk menghemat daya baterai yang dikutip KompasTekno dari
berbagai sumber.
1. Matikan sinyal radio
Sering kali, di beberapa daerah tertentu, smartphone bisa kehilangan
sinyal. Hal tersebut dapat terjadi karena menara pemancar sinyal berada
jauh dari lokasi smartphone atau trafiknya sedang penuh.
Apabila sinyal hilang atau melemah, sistem smartphone biasanya akan
terus mencari koneksi terbaik. Pencarian sinyal secara terus menerus
dapat membuat baterai habis dengan cepat.
Oleh karena itu, sebaiknya matikan saja sinyal radio, jika pengguna
benar-benar yakin tidak akan mendapatkan sinyal dalam beberapa waktu.
Biasanya, pilihan untuk mematikan sinyal radio terdapat di menu
"Setting".
Matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan.
Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat
habis.
2. Aktifkan Airplane Mode
Tidak mau terlalu repot-repot dalam mengatur sinyal? Pengguna dapat
dengan mudah mematikan semua sinyal radio yang ada di smartphone hanya
dengan sebuah mode, yaitu Airplane Mode.
Dengan menyalakan Airplane Mode, semua sinyal radio, baik GSM, WiFi,
maupun Bluetooth, akan langsung dimatikan.
3. Matikan fitur getar (vibrate)
Fitur getar terkadang dapat sangat membantu apabila ada panggilan
telepon atau pesan yang masuk pada saat pengguna sedang rapat atau di
tempat lain yang membutuhkan ponsel dalam keadaan silent.
Namun, sebenarnya fitur getaran ini membutuhkan daya baterai lebih
banyak dibandingkan ringtone biasa. Berdasarkan fakta tersebut, apabila
pengguna sedang tidak membutuhkan fitur ini, sebaiknya matikan fitur
getar yang ada di smartphone.
4. Tutup aplikasi yang jarang dipakai
Ada banyak aplikasi yang jarang dipakai. Sebagai contoh, aplikasi
pengecekan skor pertandingan sepak bola Livescore. Kemungkinan besar,
aplikasi tersebut hanya dipakai satu minggu sekali pada saat sedang ada
pertandingan.
Nah, sebaiknya tutup aplikasi yang jarang dilihat seperti itu. Sebab,
sebenarnya aplikasi itu tetap berjalan di background, meski Anda tidak
melihatnya sepanjang satu minggu itu. Berjalan di background berarti
tetap memerlukan daya pemrosesan.
Sebaliknya, jangan tutup aplikasi yang sering digunakan karena ini malah
berpotensi memboroskan baterai.
Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus
dari memori (RAM). Ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi,
perangkat terpaksa "memanggil ulang" data-data yang diperlukan dan
menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem.
Memang berjalan di background berarti menyerap baterai, tetapi tidak
akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka
sebuah aplikasi secara berulang-ulang.
5. Jangan "streaming"
Kurangi kegiatan streaming apabila tidak ingin baterai habis dengan
cepat. Menonton video atau mendengarkan musik via layanan streaming
memang menyenangkan, tetapi kegiatan ini akan "memaksa" sistem ponsel
terus bekerja dan akhirnya membuat baterai cepat habis.
Baca: Ini 3 Layanan Video Streaming untuk Temani Mudik
Solusi untuk tetap dapat mendengarkan musik atau menonton video, unduh
film dan lagunya sebelum berangkat mudik.
Baca: Bisa Nonton YouTube Tanpa Internet Saat Mudik, Begini Caranya
6. Redupkan layar
Semakin cerah tampilan layar, maka semakin cepat baterai habis. Oleh
karena itu, redupkan atau matikan layar apabila sedang tidak digunakan.
7. Pakai Facebook Lite dan Twitter Lite
Facebook dan Twitter menawarkan layanan yang lebih ringan untuk diakses.
Dua layanan ini diklaim bisa menghemat baterai smartphone.
Gunakan dua layanan ini agar smartphone Anda bisa hidup lebih lama atau
saat baterai sudah mulai menipis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
7 Cara Menghemat
Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik
Kompas.com - 21/06/2017, 19:41 WIB
KOMPAS.com — Potensi untuk kehabisan baterai saat perjalanan mudik cukup
besar karena durasi waktu yang panjang. Terlebih lagi bila terjebak
kemacetan.
Perangkat baterai portabel atau yang lebih dikenal dengan sebutan
powerbank bisa jadi penyelamat di saat-saat genting. Meski demikian,
sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat baterai
tanpa bergantung dengan powerbank.
Berikut beberapa cara mudah untuk menghemat daya baterai yang dikutip
KompasTekno dari berbagai sumber.
1. Matikan sinyal radio
Sering kali, di beberapa daerah tertentu, smartphone bisa kehilangan
sinyal. Hal tersebut dapat terjadi karena menara pemancar sinyal berada
jauh dari lokasi smartphone atau trafiknya sedang penuh.
Apabila sinyal hilang atau melemah, sistem smartphone biasanya akan
terus mencari koneksi terbaik. Pencarian sinyal secara terus menerus
dapat membuat baterai habis dengan cepat.
Oleh karena itu, sebaiknya matikan saja sinyal radio, jika pengguna
benar-benar yakin tidak akan mendapatkan sinyal dalam beberapa waktu.
Biasanya, pilihan untuk mematikan sinyal radio terdapat di menu
"Setting".
Matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan.
Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat
habis.
2. Aktifkan Airplane Mode
Tidak mau terlalu repot-repot dalam mengatur sinyal? Pengguna dapat
dengan mudah mematikan semua sinyal radio yang ada di smartphone hanya
dengan sebuah mode, yaitu Airplane Mode.
Dengan menyalakan Airplane Mode, semua sinyal radio, baik GSM, WiFi,
maupun Bluetooth, akan langsung dimatikan.
3. Matikan fitur getar (vibrate)
Fitur getar terkadang dapat sangat membantu apabila ada panggilan
telepon atau pesan yang masuk pada saat pengguna sedang rapat atau di
tempat lain yang membutuhkan ponsel dalam keadaan silent.
Namun, sebenarnya fitur getaran ini membutuhkan daya baterai lebih
banyak dibandingkan ringtone biasa. Berdasarkan fakta tersebut, apabila
pengguna sedang tidak membutuhkan fitur ini, sebaiknya matikan fitur
getar yang ada di smartphone.
4. Tutup aplikasi yang jarang dipakai
Ada banyak aplikasi yang jarang dipakai. Sebagai contoh, aplikasi
pengecekan skor pertandingan sepak bola Livescore. Kemungkinan besar,
aplikasi tersebut hanya dipakai satu minggu sekali pada saat sedang ada
pertandingan.
Nah, sebaiknya tutup aplikasi yang jarang dilihat seperti itu. Sebab,
sebenarnya aplikasi itu tetap berjalan di background, meski Anda tidak
melihatnya sepanjang satu minggu itu. Berjalan di background berarti
tetap memerlukan daya pemrosesan.
Sebaliknya, jangan tutup aplikasi yang sering digunakan karena ini malah
berpotensi memboroskan baterai.
Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus
dari memori (RAM). Ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi,
perangkat terpaksa "memanggil ulang" data-data yang diperlukan dan
menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem.
Memang berjalan di background berarti menyerap baterai, tetapi tidak
akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka
sebuah aplikasi secara berulang-ulang.
5. Jangan "streaming"
Kurangi kegiatan streaming apabila tidak ingin baterai habis dengan
cepat. Menonton video atau mendengarkan musik via layanan streaming
memang menyenangkan, tetapi kegiatan ini akan "memaksa" sistem ponsel
terus bekerja dan akhirnya membuat baterai cepat habis.
Baca: Ini 3 Layanan Video Streaming untuk Temani Mudik
Solusi untuk tetap dapat mendengarkan musik atau menonton video, unduh
film dan lagunya sebelum berangkat mudik.
Baca: Bisa Nonton YouTube Tanpa Internet Saat Mudik, Begini Caranya
6. Redupkan layar
Semakin cerah tampilan layar, maka semakin cepat baterai habis. Oleh
karena itu, redupkan atau matikan layar apabila sedang tidak digunakan.
7. Pakai Facebook Lite dan Twitter Lite
Facebook dan Twitter menawarkan layanan yang lebih ringan untuk diakses.
Dua layanan ini diklaim bisa menghemat baterai smartphone.
Gunakan dua layanan ini agar smartphone Anda bisa hidup lebih lama atau
saat baterai sudah mulai menipis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
7 Cara Menghemat
Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik
Kompas.com - 21/06/2017, 19:41 WIB
KOMPAS.com — Potensi untuk kehabisan baterai saat perjalanan mudik cukup
besar karena durasi waktu yang panjang. Terlebih lagi bila terjebak
kemacetan.
Perangkat baterai portabel atau yang lebih dikenal dengan sebutan
powerbank bisa jadi penyelamat di saat-saat genting. Meski demikian,
sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat baterai
tanpa bergantung dengan powerbank.
Berikut beberapa cara mudah untuk menghemat daya baterai yang dikutip
KompasTekno dari berbagai sumber.
1. Matikan sinyal radio
Sering kali, di beberapa daerah tertentu, smartphone bisa kehilangan
sinyal. Hal tersebut dapat terjadi karena menara pemancar sinyal berada
jauh dari lokasi smartphone atau trafiknya sedang penuh.
Apabila sinyal hilang atau melemah, sistem smartphone biasanya akan
terus mencari koneksi terbaik. Pencarian sinyal secara terus menerus
dapat membuat baterai habis dengan cepat.
Oleh karena itu, sebaiknya matikan saja sinyal radio, jika pengguna
benar-benar yakin tidak akan mendapatkan sinyal dalam beberapa waktu.
Biasanya, pilihan untuk mematikan sinyal radio terdapat di menu
"Setting".
Matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan.
Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat
habis.
2. Aktifkan Airplane Mode
Tidak mau terlalu repot-repot dalam mengatur sinyal? Pengguna dapat
dengan mudah mematikan semua sinyal radio yang ada di smartphone hanya
dengan sebuah mode, yaitu Airplane Mode.
Dengan menyalakan Airplane Mode, semua sinyal radio, baik GSM, WiFi,
maupun Bluetooth, akan langsung dimatikan.
3. Matikan fitur getar (vibrate)
Fitur getar terkadang dapat sangat membantu apabila ada panggilan
telepon atau pesan yang masuk pada saat pengguna sedang rapat atau di
tempat lain yang membutuhkan ponsel dalam keadaan silent.
Namun, sebenarnya fitur getaran ini membutuhkan daya baterai lebih
banyak dibandingkan ringtone biasa. Berdasarkan fakta tersebut, apabila
pengguna sedang tidak membutuhkan fitur ini, sebaiknya matikan fitur
getar yang ada di smartphone.
4. Tutup aplikasi yang jarang dipakai
Ada banyak aplikasi yang jarang dipakai. Sebagai contoh, aplikasi
pengecekan skor pertandingan sepak bola Livescore. Kemungkinan besar,
aplikasi tersebut hanya dipakai satu minggu sekali pada saat sedang ada
pertandingan.
Nah, sebaiknya tutup aplikasi yang jarang dilihat seperti itu. Sebab,
sebenarnya aplikasi itu tetap berjalan di background, meski Anda tidak
melihatnya sepanjang satu minggu itu. Berjalan di background berarti
tetap memerlukan daya pemrosesan.
Sebaliknya, jangan tutup aplikasi yang sering digunakan karena ini malah
berpotensi memboroskan baterai.
Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus
dari memori (RAM). Ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi,
perangkat terpaksa "memanggil ulang" data-data yang diperlukan dan
menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem.
Memang berjalan di background berarti menyerap baterai, tetapi tidak
akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka
sebuah aplikasi secara berulang-ulang.
5. Jangan "streaming"
Kurangi kegiatan streaming apabila tidak ingin baterai habis dengan
cepat. Menonton video atau mendengarkan musik via layanan streaming
memang menyenangkan, tetapi kegiatan ini akan "memaksa" sistem ponsel
terus bekerja dan akhirnya membuat baterai cepat habis.
Baca: Ini 3 Layanan Video Streaming untuk Temani Mudik
Solusi untuk tetap dapat mendengarkan musik atau menonton video, unduh
film dan lagunya sebelum berangkat mudik.
Baca: Bisa Nonton YouTube Tanpa Internet Saat Mudik, Begini Caranya
6. Redupkan layar
Semakin cerah tampilan layar, maka semakin cepat baterai habis. Oleh
karena itu, redupkan atau matikan layar apabila sedang tidak digunakan.
7. Pakai Facebook Lite dan Twitter Lite
Facebook dan Twitter menawarkan layanan yang lebih ringan untuk diakses.
Dua layanan ini diklaim bisa menghemat baterai smartphone.
Gunakan dua layanan ini agar smartphone Anda bisa hidup lebih lama atau
saat baterai sudah mulai menipis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
7 Cara Menghemat
Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik
Kompas.com - 21/06/2017, 19:41 WIB
KOMPAS.com — Potensi untuk kehabisan baterai saat perjalanan mudik cukup
besar karena durasi waktu yang panjang. Terlebih lagi bila terjebak
kemacetan.
Perangkat baterai portabel atau yang lebih dikenal dengan sebutan
powerbank bisa jadi penyelamat di saat-saat genting. Meski demikian,
sebenarnya ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghemat baterai
tanpa bergantung dengan powerbank.
Berikut beberapa cara mudah untuk menghemat daya baterai yang dikutip
KompasTekno dari berbagai sumber.
1. Matikan sinyal radio
Sering kali, di beberapa daerah tertentu, smartphone bisa kehilangan
sinyal. Hal tersebut dapat terjadi karena menara pemancar sinyal berada
jauh dari lokasi smartphone atau trafiknya sedang penuh.
Apabila sinyal hilang atau melemah, sistem smartphone biasanya akan
terus mencari koneksi terbaik. Pencarian sinyal secara terus menerus
dapat membuat baterai habis dengan cepat.
Oleh karena itu, sebaiknya matikan saja sinyal radio, jika pengguna
benar-benar yakin tidak akan mendapatkan sinyal dalam beberapa waktu.
Biasanya, pilihan untuk mematikan sinyal radio terdapat di menu
"Setting".
Matikan juga fitur WiFi dan Bluetooth apabila sedang tidak digunakan.
Kedua perangkat tersebut juga dapat membuat baterai smartphone cepat
habis.
2. Aktifkan Airplane Mode
Tidak mau terlalu repot-repot dalam mengatur sinyal? Pengguna dapat
dengan mudah mematikan semua sinyal radio yang ada di smartphone hanya
dengan sebuah mode, yaitu Airplane Mode.
Dengan menyalakan Airplane Mode, semua sinyal radio, baik GSM, WiFi,
maupun Bluetooth, akan langsung dimatikan.
3. Matikan fitur getar (vibrate)
Fitur getar terkadang dapat sangat membantu apabila ada panggilan
telepon atau pesan yang masuk pada saat pengguna sedang rapat atau di
tempat lain yang membutuhkan ponsel dalam keadaan silent.
Namun, sebenarnya fitur getaran ini membutuhkan daya baterai lebih
banyak dibandingkan ringtone biasa. Berdasarkan fakta tersebut, apabila
pengguna sedang tidak membutuhkan fitur ini, sebaiknya matikan fitur
getar yang ada di smartphone.
4. Tutup aplikasi yang jarang dipakai
Ada banyak aplikasi yang jarang dipakai. Sebagai contoh, aplikasi
pengecekan skor pertandingan sepak bola Livescore. Kemungkinan besar,
aplikasi tersebut hanya dipakai satu minggu sekali pada saat sedang ada
pertandingan.
Nah, sebaiknya tutup aplikasi yang jarang dilihat seperti itu. Sebab,
sebenarnya aplikasi itu tetap berjalan di background, meski Anda tidak
melihatnya sepanjang satu minggu itu. Berjalan di background berarti
tetap memerlukan daya pemrosesan.
Sebaliknya, jangan tutup aplikasi yang sering digunakan karena ini malah
berpotensi memboroskan baterai.
Saat sebuah aplikasi dimatikan, data-data program bersangkutan dihapus
dari memori (RAM). Ketika aplikasi itu kemudian dipanggil lagi,
perangkat terpaksa "memanggil ulang" data-data yang diperlukan dan
menyimpannya di dalam RAM. Ini membutuhkan pemrosesan sistem.
Memang berjalan di background berarti menyerap baterai, tetapi tidak
akan menghabiskan baterai sebesar saat pengguna menutup dan membuka
sebuah aplikasi secara berulang-ulang.
5. Jangan "streaming"
Kurangi kegiatan streaming apabila tidak ingin baterai habis dengan
cepat. Menonton video atau mendengarkan musik via layanan streaming
memang menyenangkan, tetapi kegiatan ini akan "memaksa" sistem ponsel
terus bekerja dan akhirnya membuat baterai cepat habis.
Baca: Ini 3 Layanan Video Streaming untuk Temani Mudik
Solusi untuk tetap dapat mendengarkan musik atau menonton video, unduh
film dan lagunya sebelum berangkat mudik.
Baca: Bisa Nonton YouTube Tanpa Internet Saat Mudik, Begini Caranya
6. Redupkan layar
Semakin cerah tampilan layar, maka semakin cepat baterai habis. Oleh
karena itu, redupkan atau matikan layar apabila sedang tidak digunakan.
7. Pakai Facebook Lite dan Twitter Lite
Facebook dan Twitter menawarkan layanan yang lebih ringan untuk diakses.
Dua layanan ini diklaim bisa menghemat baterai smartphone.
Gunakan dua layanan ini agar smartphone Anda bisa hidup lebih lama atau
saat baterai sudah mulai menipis.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "7 Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik", https://tekno.kompas.com/read/2017/06/21/19410067/7.cara.menghemat.baterai.smartphone.selama.perjalanan.mudik.
Komentar
Posting Komentar